Waktu terus berdetik, lho. Enggak ada judul cerita di kehidupan nyata, waktu berhenti dan menunggu. Yes, “Time waits for no one.”
Pertanyaan ini pasti sering muncul di benak para mahasiswa yang sudah mau lulus ataupun baru lulus. Terus – Mau – Apa. Banyak loh, cerita-cerita senior kehidupan yang tidak terpaut jauh dalam soal umur tapi ceritanya sudah banyak dan bisa diambil intinya. Saya juga semakin merasa tertohok sih dengan fakta sebentar lagi lepas dari Institut satu ini.
Berbicara tentang apa selanjutnya, saya sedikit tersentil dengan tautan yang diberikan teman saya tadi siang yaitu :
Tulisan yang cukup inspiratif mengingat prioritas hidup. Dan untuk saya pribadi, saya merasa lebih sadar sih. Sekedar berbagi, mungkin saja akan ada yang butuh.
Kemudian, tidak lama setelah membaca post tersebut, saya juga menemukan tentang post ini :
“27 Realitas hidup yang harus kamu terima sebelum menginjak usia 27”
Dari post tersebut juga, saya merasa terketuk, apa saja yang seharusnya saya perhatikan dalam hidup saya. Dan memang, sudah seharusnya saya lebih bertanggung jawab dalam hidup saya. Tapi setidaknya saya tahu, masih tidak apa-apa menyisihkan uang untuk membeli 1 game setiap bulannya.
Kemudian mumpung sedang hangat, saya juga teringat akan satu tautan lain yang sekitar bulan lalu pernah saya baca yaitu :
Dan dari tautan tersebut juga, saya sih setidaknya semakin bersyukur mengetahui masih ada orang yang mau membagi ilmu terhadap orang anonim. Ya, saya juga merasa tidak ada salahnya untuk menyebarkannya karena kelak akan bermanfaat entah untuk siapa.
Kemudian umpan balik untuk ke saya sendirinya apa? Itu dia. Saya sendiri sih merasa semakin harus melihat banyak kemungkinan. Tidak salah kok untuk saya ingin menjadi ilmuwan peneliti. Tapi toh itu kan tujuan akhir. Seperti misalnya mau mudik ke cirebon, pasti kan ada saja ceritanya jalur dialihkan dan tidak bisa lewat pantura. Semua itu hanya sementara, dan diputar arah itu wajar. Yang penting adalah selalu ingat tujuan akhir.
Saya ingat, saya selalu berpindah-pindah ketertarikan terhadap bidang penelitian. Dari dulu awalnya saya ingin belajar mengenai bayi tabung – yang kemudian menjadi hal yang ditinggalkan karena terlalu sulit – hingga ingin belajar tentang fisiologi otak manusia. Kalau ditanya, saya ingin sekali belajar mengenai homonculus. iya, saya tau itu seperti melangkahi kuasa tuhan. Tapi tidak ada salahnya untuk bermimpi kan?
Kemudian saya juga ingat, pernah ingin belajar mengenai feromon seperti dalam film perfume. Sepertinya seru saja, ketika hanya menggunakan bebauan, dapat mengatur perilaku makhluk hidup. Toh dasarnya emosi manusia, cinta, bahkan hingga keyakinan terhadap tuhan sebetulnya dapat terjadi karena keseimbangan hormon yang tepat saja.
Tapi kembali lagi, saya ingin belajar tentang kehidupan. Semua tujuan itu bisa dikerjakan sambil jalan. Toh kalau saya kaya, saya bisa membuat lab saya sendiri juga kan. Belum lagi saya juga sudah mulai harus memikirkan bagaimana hidup kedepan mengingat sudah ada yang sepertinya ingin saya tanggung.
Intinya, berputar itu tidak salah. Yang salah adalah ketika lupa apa tujuan akhir dan perputaran tersebut membuat lupa akan tujuan akhir.
No comments:
Post a Comment