I know this is a bit late for write this up, but i just had this sudden urge. Yes, i know many people consider Lucy (2014) as somehow another average movie. I did read some reviews that said about how unrealistic and the most catching phrase in those comments is “why’s when her brain capacity’s get higher, she’s just becoming dumber”. Also there is some comments about the missing part of the story, that she suddenly able to do something etcetera etcetera. Oh sorry if i did gave you some spoilers, but trust me, i think this wasn’t that heavy for a spoilers. Well, can’t guarantee this post didn’t cost you some sneak peek at the movie, continue at your own risk : ) Somehow i just want to write this as a biologist. I know i am not that genius at this, but at least i think i had this logic and correct me if i am wrong. I am writing this in my point of view as biologist.
Sunday, September 21, 2014
Sunday, September 7, 2014
Finally done with Devious Maid season 2!
In my opinion, in this 2nd season, there are a lot lot lot and lot of hot guys being introduced this season for each of the maid casts. The Latinas are already hot enough by themselves, so i don’t think there will be anything that can caught me off guard for the next season. But the guys on this season? Definitely hotter than the previous season. The most i can’t stand is the one with Zoila. Yes, it is Javier. God, i just love the way Zoila met this guy and seriously, IMHO, Zoila fits him a lot way more than with Pablo. I think it’s typical thought of good woman gets good man. But you have to see it by yourself what happen actually between Zoila, Pablo, and Javier. It’s pretty much standard plot but… you have to see it with your own eyes about this Javi character. I don’t know, maybe there will be another twist about Javi in the next season? Just please don’t do anything stupid with him dear Marc Cherry ._.
Finally done with this season and can’t wait for the next season! As usual of American TV series, there’s this major cliff hangover for each episode finale of each season. It’s okay, i can wait. Although it’s pretty much boring without some TV series to watch after some major marathon with Desperate Housewives before this series. So, been doing some lookup. Tried Army Wives and not really interested with the pilot episode, so does with Revenge. Still waiting for the Mistresses to finish up and while waiting, trying the catch up with Modern Family season 5. Ugh, i wish i can find another TV series of this girls circle kind like Desperate Housewives or Devious Maid.
Saturday, September 6, 2014
Terus mau apa?
Waktu terus berdetik, lho. Enggak ada judul cerita di kehidupan nyata, waktu berhenti dan menunggu. Yes, “Time waits for no one.”
Pertanyaan ini pasti sering muncul di benak para mahasiswa yang sudah mau lulus ataupun baru lulus. Terus – Mau – Apa. Banyak loh, cerita-cerita senior kehidupan yang tidak terpaut jauh dalam soal umur tapi ceritanya sudah banyak dan bisa diambil intinya. Saya juga semakin merasa tertohok sih dengan fakta sebentar lagi lepas dari Institut satu ini.
Berbicara tentang apa selanjutnya, saya sedikit tersentil dengan tautan yang diberikan teman saya tadi siang yaitu :
Tulisan yang cukup inspiratif mengingat prioritas hidup. Dan untuk saya pribadi, saya merasa lebih sadar sih. Sekedar berbagi, mungkin saja akan ada yang butuh.
Kemudian, tidak lama setelah membaca post tersebut, saya juga menemukan tentang post ini :
“27 Realitas hidup yang harus kamu terima sebelum menginjak usia 27”
Dari post tersebut juga, saya merasa terketuk, apa saja yang seharusnya saya perhatikan dalam hidup saya. Dan memang, sudah seharusnya saya lebih bertanggung jawab dalam hidup saya. Tapi setidaknya saya tahu, masih tidak apa-apa menyisihkan uang untuk membeli 1 game setiap bulannya.
Kemudian mumpung sedang hangat, saya juga teringat akan satu tautan lain yang sekitar bulan lalu pernah saya baca yaitu :
Dan dari tautan tersebut juga, saya sih setidaknya semakin bersyukur mengetahui masih ada orang yang mau membagi ilmu terhadap orang anonim. Ya, saya juga merasa tidak ada salahnya untuk menyebarkannya karena kelak akan bermanfaat entah untuk siapa.
Setengah Magister
Sekarang, saya sedang menulis thesis magister saya. Sekedar mengingatkan diri sendiri juga, judul thesis saya sih rencananya adalah “Efek pemaparan cahaya biru terhadap gelombang otak area kognitif dan area motorik pada pengemudi simulasi mobil di malam hari”. Yah, mungkin masih akan ada perbaikan, tapi sepertinya ini sudah mencakup sebagian besar penelitian saya sih.
Wednesday, April 16, 2014
Satu langkah
20 jam lebih sudah. Hal yang sangat jarang terjadi. Tidak ada kontak dari sang dokter. Huft, keras juga ya ternyata hubungan jarak jauh begini. Apalagi kalau nanti saya jadi lanjut kuliah di luar negeri… yah sudahlah.
Daritadi saya berpikir (iya maaf, padahal sudah diingatkan sama si dokter supaya enggak terlalu banyak berpikir, tapi ya bagaimana…) apakah saya pantas diangguri begini? Yah itu sih kalau mau mengikuti pikiran buruk. Intinya sih, saya sadar banget, saya sangat perlu adanya sosok itu disebelah saya. Bukan, bukan untuk hubungan fisik yang memuaskan nafsu, bukan. Saya hanya ingin sosok itu ada untuk sekedar dipeluk dan membalas memberikan pelukan. Sekedar untuk memberikan ketenangan. Sudah, hanya itu yang saya ingin sekarang.
Saya sadar, hal ini sulit untuk hubungan jarak jauh begini. Kalau dihitung-hitung, sudah bertahan dengan hubungan jarak jauh, saya juga bertahan dengan tidak ada kontak begini. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya terkecuali ada masalah sih.
Nah intinya, saya berpikir, pantas enggak sih saya dibeginikan? Saya sadar saya sangat butuh sosok, terus kenapa enggak cari selingan saja? Mudah toh, cari saja ke forum, atau kontak orang-orang lama sebelum ini untuk sekedar berbincang. Tapi disini juga saya berpikir. Mau sampai kapan saya seperti itu? Kurangkah dengan memiliki si dokter satu ini?