Showing posts with label The 5th Wave. Show all posts
Showing posts with label The 5th Wave. Show all posts

Sunday, January 17, 2016

Review Film : The 5th Wave (2016)

Sudah lama sekali loh rasanya semenjak terakhir menulis review film. Terakhir gue menulis adalah di dilihatulang.blogspot.com dimana tadinya gue berpikir untuk meletakkan semua tulisan review disana, tapi gue merasa itu merepotkan. Untuk apa ada fungsi tag dan filter, hah? Yah intinya berikut pendapat gue tentang film The 5th Wave (2016) yang baru saja gue tonton di bioskop 3 jam yang lalu.

The 5th Wave (2016)

Selayaknya film Hollywood pada umumnya, film ini dimulai dengan bumper dan et cetera et cetera lainnya. Film ini berpola maju -> mundur -> maju lagi tapi sudah begitu saja tidak mundur lagi. Film ini dibintangi Chloe Moretz dan beberapa aktor lain yang gue enggak hafal namanya, tapi gue cuma bisa bilang there's this one hot guy and he's doing topless scene, so beware girls and guys whose turning that way! Oh iya, film ini berdasarkan buku dengan judul yang sama.

Film ini bercerita tentang adanya Alien yang ingin menginvasi bumi, stereotype. Nah, si Alien-Alien ini berusaha menginvasi dengan beberapa tahapan (wave) dan dalam film dibagi menjadi 5 tahapan. 5 tahapan itu bisa dilihat apa saja di poster filmnya karena gue sendiri juga lupa istilah dari tahapan-tahapan tersebut tapi gue menolak untuk menjabarkan tahapan tersebut karena gue khawatir gue akan membocorkan ceritanya.

Gue sangat terbawa emosi dari tokoh utama perempuan, Cassie. I feel you girl, ketika Cassie harus menjalani setiap tahapan dan terpisah oleh anggota keluarganya satu per satu. Ketika cerita ini menggambarkan bagaimana kehidupan Cassie yang awalnya adalah anak SMA biasa dan tiba-tiba hidupnya berubah dalam semalam karena invasi tersebut. Permasalahannya, film ini bukan seperti film War of the World ataupun Mars Attack yang sangat brutal, tapi penginvasian ditunjukkan dalam bentuk bencana alam. Buat gue sih, mungkin banget ketika gue lagi asik jalan di taman bersama adik gue, tiba-tiba ada gempa bumi yang nyaris menewaskan gue. Dan gue sadar betapa tidak berdayanya gue.

Singkat cerita, film ini sukses membuat gue merasakan tekanan emosional si tokoh utama. Terpisah dari keluarga, menjadi penyintas, tidak tahu arah, dan terluka. Tapi emosi ini hanya terjadi di sepertiga film kok. Setelahnya hanya tipikal film Hollywood yang penuh aksi.

Banyak hal yang menurut gue agak janggal (dan teman gue yang menyebutkan satu keanehan) terkait film ini. Diantaranya adalah : warna rambut Cassie yang blonde sementara kedua orangtuanya berambut gelap, kuteks hitam yang terpasang rapi setelah berhari-hari bertahan hidup, tetap cantik dan tidak berdebu setelah seminggu bertahan hidup, hingga seorang pria yang memutuskan mandi di sungai tengah kondusi mencekam dunia. Agak gagal paham saja sih. But it's still fun though.

Scoring tidak terlalu menonjol untuk film ini. Standar saja bisa membuat suasana tapi tidak iconic seperti bunyi khas di film Inception atau Interstellar (i know you're thinking about that demmm sound). Lagu closing cukup random yaitu lagu SIA yang bahkan gue enggak tahu judulnya. Gue menolak untuk meriset lebih jauh karena tulisan ini berisi opini gue akan film ini, bukan faktanya.

Gue sendiri menikmati untuk menonton film ini karena menurut gue twist dari film ini cukup sulit gue duga (meskipun sedikit berasumsi, tapi entah kenapa gue termakan plot ceritanya untuk tidak berpikir). Tipikal film dengan krisis identitas karakter dan pencurian jati diri oleh parasit, lo enggak akan tahu mana teman dan mana musuh. Twist utama berputar di sekitar topik tersebut.

Oh iya, film ini sedikit mengingatkan gue akan The Last of Us karena setting post-apocalypse nya. Hal paling berbahaya pada dunia tersebut adalah manusia. Bukan ancaman lainnya.

Secara keseluruhan, gue suka film ini. Gue akan memberikan rating Ok untuk Plot, So-so untuk kostum dan setting, so-so untuk scoring, dan Ok untuk aktor. So i think i'm gonna give 3/4 for this movie.

Dan terakhir, menurut gue film ini cukup oke untuk ditonton di bioskop karena pensuasanaan tegangnya akan jauh terasa ketika lo enggak mendapat banyak distraksi dalam menonton ini. Tapi kalaupun enggak, menurut gue masih enggak masalah karena efek visual film ini masih belum setaraf Avatar (blue) yang membuat gue merasa wajib menonton 3Dnya.