Saturday, October 5, 2013

Hello teddy (or anything)!

Halo, lama tidak menulis. Kurang lebih sih ada yang harus saya bilang untuk pertama-tama disini yaitu.. yap, saya sudah tidak single lagi. Setengah sih. Masih belum bertemu secara langsung, tapi sudah sama-sama paham. Orang yang bersangkutan belum mau untuk diumbar-umbar jadi yah, saya mengikuti mau ndoronya saja. Cerita bagaimana saya bertemu dengan beliau ini yah akan sangat panjang dan lucu. Bahkan akan terkesan seperti cerita novel remaja, metropop, atau bahkan film drama yang cheesy. Tapi yah begitulah kami bertemu. Kalau ndoronya sudah oke, mungkin akan saya tulis cerita kami. Oh iya kalau misalnya kamu pernah membaca postingan saya sebelum ini, ndoro yang saya maksud bukan orang pertama, kedua, atau ketiga. Melainkan opsi wild card yang tidak pernah saya duga. Yah saya juga sudah bilang sih bertemunya seperti novel remaja et cetera, jadi wajar saja ini opsi wild card.

Terlepas dari cerita saya dan beliau bertemu dan sebagainya, intinya, besok saya akan bertemu beliau untuk pertama kalinya. Beliau baru saja wisuda hari ini dan saya sudah menyiapkan kado wisuda beliau sekaligus kado ulang tahun beliau karena tanggal 16 nanti beliau akan ulang tahun. Nah, di postingan ini, saya akan menceritakan kronologis kejadian saya hari ini dan sepertinya akan terjelaskan mengapa judul postingan ini seperti ini.

Hari ini dimulai dari pukul 7.30 pagi untuk saya. Dimana saya ketiduran dari belajar untuk ujian tengah semester (UTS) Biologi Kanker. God, this is the must crucifying course in this term and the only one i really feels like studying (no offense for animal reproduction technology course and tropical biodiversity course, but seriously, i only sit and reviewing things there). Dengan sedikit scanning slide dan berdoa, saya berangkat kuliah – laporan ke beliau, sedikit minta semangat dengan tersirat yang berhasil – sampai kampus – ternyata dosennya telat barengan – masuk lab – ujian – 2 jam kemudian – pasrah. Untungnya, ketika saya keluar ternyata semua orang juga berwajah serupa dan saya sedikit tenang.

Setelah ujian, teman saya, Yemima (yang setelah ini akan saya sebut yems) mengajak untuk makan siang di luar. Bersenang-senang setelah ujian sulit, typical. Oh iya, yems adalah mahasiswa berprestasi untuk jurusan Biologi ITB 2009 dan keluar dengan wajah pasrah juga (haha). Setelah sedikit berlabil, akhirnya yems dan saya memutuskan untuk makan di Roti Gempol. Oh iya, lain kali saya akan mulai memfoto dan mengingat harga tempat sekalian untuk informasi bagi pembaca hehe.

Dari roti gempol, kami lanjut ke Paris van Java (PVJ) untuk saya membeli si kado ini.WP_20131005_002 Untuk sekarang ini saya memberi nama dia teddy. Belum tahu sih nanti akan diberi nama apa oleh si beliau ini (Semoga kamu diberi nama ya teddy hehe mengingat beliau agak cuek untuk hal seperti ini). Awalnya sih teddy tidak berbusana, tapi tadi saya beli tambahan untuk kostum wisuda ini hehe. Satu keisengan saya juga, si teddy ini saya semprot parfum saya cukup banyak (yep, the body shop one) jadi teddy ini bisa dianggap sebagai pengganti kehadiran saya bagi beliau hehe. Ah, saya merasa kurang sreg menggunakan kata beliau karena saya terbiasa menggunakan kata beliau untuk pengganti orang pertama, mulai sekarang kamu saya sebut ndoro saja ya hehe.

Setelah beli teddy sempat mampir ke carrefour untuk membeli personal hygiene, kemudian lanjut ke gramedia dan karena yems, jadi membeli kaos di sogo yang kebetulan sedang sale. Akhirnya pulang ke kosan dan sekarang sedang menyiapkan teddy hehe. Malam ini sengaja tidak menghubungi ndoro karena sepertinya ndoro sedang sibuk dengan keluarga dan… saya akan makin panik karena akhirnya besok akan bertemu untuk pertama kalinya. Oh iya, sepertinya ketika besok bertemu ndoro di travel cipaganti cikini, saya akan memegang wajah, tangan, punggung dan sedikit iseng mencolek satu bagian yang agak vulgar untuk memastikan kalau ndoro ini nyata hehe.

God, seriously can’t help waiting for tomorrow!

Oh lalu, ada sedikit keluhan sih disini. Iya, kemarin teman saya yang di jogja mengirimkan paket tanpa saya ketahui. Sejujurnya, saya merasa kesal dengan kiriman itu. Kemana saja dia selama ini? Paket ini berisi satu buah buku saku dan kertas dengan tulisan yang sangat saya kenal. Awalnya, saya sedang mengobrol dengan Albert, teman kosan saya dan ibu kosan saya menghampiri saya memberikan kiriman ini. Kontan muka saya menegang dan langsung ke kamar. Saya sangat kenal tulisan ini. Surat itu mengatakan permintaan maafnya karena kado ulang tahun yang sangat terlambat ini dan pada akhir surat ia menulis “Ril, gw kangen.” Saya juga kangen dengannya. Tapi saya tidak kuat kalau harus menjalani semua yang terjadi sebelum ini lagi. Dikecewakan, berharap atas sesuatu yang tidak pernah ada. Berkali-kali diangkat dan dijatuhkan. Sudahlah. Lelah rasanya. Terima kasih untuk kadonya, hanya saja saya sudah tidak kuat kembali ke masa dulu itu lagi. Indah memang, tapi terlalu banyak pengorbanan dan pengecewaan. Saya tidak minta pengorbanan saya dibalas, tapi paling tidak, jangan buat janji kalau pada akhirnya akan mengecewakan. Sebetulnya ya, janji yang kamu buat itu mudah kok untuk ditepati. Hanya niat kamu saja yang memang tidak pernah sepenuhnya. Toh buktinya dulu saya bisa menjalani itu semua kan? Baik-baik saja kan? Saya juga manusia kok seperti kamu. Bedanya? Saya mau berusaha. Dan sekarang sedang ada orang yang mau memperjuangkan saya.

No comments: