I know this is a bit late for write this up, but i just had this sudden urge. Yes, i know many people consider Lucy (2014) as somehow another average movie. I did read some reviews that said about how unrealistic and the most catching phrase in those comments is “why’s when her brain capacity’s get higher, she’s just becoming dumber”. Also there is some comments about the missing part of the story, that she suddenly able to do something etcetera etcetera. Oh sorry if i did gave you some spoilers, but trust me, i think this wasn’t that heavy for a spoilers. Well, can’t guarantee this post didn’t cost you some sneak peek at the movie, continue at your own risk : ) Somehow i just want to write this as a biologist. I know i am not that genius at this, but at least i think i had this logic and correct me if i am wrong. I am writing this in my point of view as biologist.
Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts
Sunday, September 21, 2014
Wednesday, April 9, 2014
Koin dua sisi
Jadi ceritanya, saya baru selesai baca blog orang banget nih sekarang. Akibatnya apa? Berpikir. Kontemplasi.
Kalau iseng didefinisikan, saya itu seperti spons. Spons emosi. Sangat mudah untuk saya kebawa sama emosi seseorang. Mungkin ini yang disebut empati ya? Sebetulnya spons ini tuh seperti koin dua sisi buat saya. Ada untungnya, ada ruginya. Paling rugi adalah saya tuh gampang banget kepengaruh emosi negatif dari orang lain. Ketika orang ada emosi atau perasaan gloomy, marah, dan emosi-emosi lain yang ada di 7 deadly sins, saya gampang banget ketularan dari orang. Kalau dilihat dari satu sisi, ini rugi banget loh. Akibatnya saya itu jadi moody banget dan… cenderung negatif orangnya.
Wednesday, January 29, 2014
Tersadar
“Huft” ucapku pagi hari ketika terbangun. Entah ini sudah hari keberapa di bulan keempat semenjak kepergian pak dokter ke kalimantan. Aku sudah tidak ingat berapa kali argumen dan pertengkaran yang kami lewatkan. Sudah terlalu banyak. Bahkan, entahlah, antara sudah mau menyerah dan lelah. Sungguh pikiran yang terlalu “baik” untuk memulai hari.
Hari ini adalah hari ketiga dari semester baru. Kuliah hari ini memang kosong dan aku memang sudah berencana untuk berenang yang sudah tertunda berhari-hari karena cuaca Bandung yang tidak menentu. Untungnya, hari ini terlihat cuaca sedikit cerah dibanding beberapa hari kemarin. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengajak kedua temanku untuk menemaniku berenang.
Ternyata, kedua temanku baru bisa berenang sore hari. Berhubung aku malas bila tidak ada teman, aku iyakan saja dan sambil menunggu aku melanjutkan membaca komik dan bermain game. Seperti hari-hari sebelumnya, aku selalu mengharapkan ferry untuk mencapai diriku. Aku lelah hanya berjuang sendiri untuk mencapainya. Bukan artinya aku bosan, tapi… hanya lelah saja. Mungkin aku terlalu lelah berharap dan dikecewakan.
Tuesday, December 3, 2013
Belajar Menulis
Mungkin hal ini muncul dari selentingan-selentingan asal saya dan hasil kontemplasi saya terhadap diri sendiri. Namun pada intinya, Saya selalu ingin mencoba menulis sebuah tulisan bersambung. Sejauh ini saya ingin sekali membuat dua hal terkait menulis. Satu adalah sebuah skenario fantasi yang penuh dengan sihir dan petualangan (Bukan, bukan seperti penyihir london itu, bukan.) dan dua adalah cerita ringan selayaknya bahan untuk novel.
Kenapa saya ingin melakukan ini? Karena pertama ini adalah bentuk cinta saya terhadap negara saya ini. Mungkin klise, tapi seringkali anak muda jaman sekarang sudah lupa mengenai bahasa negara ini. Tidak ada salahnya kan mencoba menulis dengan sedikit lebih benar? Setidaknya saya tidak akan mencampur dua bahasa dalam satu kalimat. Itu adalah tujuan tersederhana saya. Saya juga ingin mencoba untuk menata kembali cara menulis saya agar bisa satu paragaraf satu inti dan sisanya adalah kalimat pendukung. Iya, ini klise. Tapi kenyataannya, membaca tulisan seperti ini jauh lebih enak loh. Kedua, saya ingin saja bisa menulis cerita yang bisa dijadikan dongeng dan menginspirasi orang lain. Tidak harus banyak, yang penting ada yang terinspirasi dan tersentuh. Kita kan tidak pernah tahu sekecil apapun hal dan dampaknya pada masa depan kan?
Maka dari itu, yuk menulis!
Kenapa saya ingin melakukan ini? Karena pertama ini adalah bentuk cinta saya terhadap negara saya ini. Mungkin klise, tapi seringkali anak muda jaman sekarang sudah lupa mengenai bahasa negara ini. Tidak ada salahnya kan mencoba menulis dengan sedikit lebih benar? Setidaknya saya tidak akan mencampur dua bahasa dalam satu kalimat. Itu adalah tujuan tersederhana saya. Saya juga ingin mencoba untuk menata kembali cara menulis saya agar bisa satu paragaraf satu inti dan sisanya adalah kalimat pendukung. Iya, ini klise. Tapi kenyataannya, membaca tulisan seperti ini jauh lebih enak loh. Kedua, saya ingin saja bisa menulis cerita yang bisa dijadikan dongeng dan menginspirasi orang lain. Tidak harus banyak, yang penting ada yang terinspirasi dan tersentuh. Kita kan tidak pernah tahu sekecil apapun hal dan dampaknya pada masa depan kan?
Maka dari itu, yuk menulis!
Subscribe to:
Posts (Atom)